Minggu, 16 Oktober 2016

PEMBIMBING BIMBINGAN DAN KONSELING

PEMBIMBING BIMBINGAN DAN KONSELING
DI SEKOLAH DASAR (SD)
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Bimbingan dan konseling”
Dosen Pengampu : Trivelyna, M.Pd




Disusun Oleh :
A.Mufasir Ulum (15.01.0088)
Fitriani (15.01.0009)

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SANGATTA
KUTAI TIMUR
2016



KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kami Panjatkan Kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Sholawat serta salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhmmad SAW atas perjuangan beliau kita dapat menikmati pencerahan Iman dan Islam dalam mengarungi samudra kehidupan ini.
Dalam judul makalah ini kami akan membahas mengenai “Pembimbing Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar (SD)” dalam rangka untuk memenuhi tugas Mata kuliah bimbingan dan konseling. Terima kasih kepada ibu Tri Velyna, yang telah membimbing kami dalam mata kuliah bimbingan dan konseling. Dan kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami megajak pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik kontruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Kami akhiri semoga dengan terselesainya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami khususnya, dan pembaca sekalian. Dan insyaallah ilmunya  bermanfaat dimasa depan nantinya. Amin.



Sangatta, 26 September 2016

Kelompok IX










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk siswa, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu dan mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan belajar, dan bimbingan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.Dalam aktivitas sekolah, siswa memerlukan bimbingan bukan hanya dalam pembelajaran di dalam kelas, Guru kelas merupakan pembimbing yang paling tepat untuk menjadi seorang pembimbing, Guru harus mengetahui tentang pola, bimbingan konseling di sekolah. Dengan adanya bimbingan konseling, siswa dapat secara optimal dalam tumbuh kembang di lingkungan sekolah ataupun di dalam masyarakat.Menurut Prayitno mengatakan bahwa pemberian layanan bimbingan konseling meliputi layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok. Dengan demikian siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal tanpa mengalami hambatan dan permasalahan pembelajaran yang cukup berarti. Berdasarkan fakta yang ada di lapangan, guru kelas dapat melakukan bimbingan konseling secara optimal karena mempunyai banyak waktu bersama para siswa.Sehingga guru kelas mengetahui sejauh mana tumbuh kembangnya para siswa. Guru dapat memantau setiap saat, entah itu di rumah orang tua siswa dengan cara bekerja sama dan saling membantu dengan orang tua siswa untuk meningkatkan kemampuan para siswanya.






Dalam bimbingan konseling diperlukan syarat-syarat pokok untuk kelancaran pelaksanaan bimbingan dan konseling itu sendiri di sekolah dasar. Dimana syarat-syarat tersebut tertuang dalam sikap-sikap positif yang dimiliki guru. Oleh karena itu bimbingan dan konseling harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan bagi anak sekolah dasar sehingga dapat membentuk kepribadian siswa yang berkualitas.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bimbingan dan konseling ?
2. Apa sajakah syarat-syarat pembimbing bimbingan dan konseling ?
3. Apa sajakah keterampilan yang dimiliki pembimbing bimbingan dan konseling ?




BAB II
PEMBAHASAN

A. Syarat-Syarat Bimbingan Dan Konseling
Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki petugas bimbingan antara lain adalah :
1. Memiliki sifat yang baik, setidak-tidaknya sesuai ukuran si terbantu.
2. Bertawakal, mendasarkan segala sesuatu atas nama Allah S.W.T.
3. Sabar, utamanya tahan menghadapi si terbantu yang menentang keinginan untuk diberikan bantuan.
4. Tidak emosional, artinya tidak mudah terbawa emosi dan dapat mengatasi keraguan si terbantu dan dapat menyakinkan bahwa ia dapat memberikan bantuan.
5. Dapat membedakan tingkah laku klien yang berimplikasi terhadap hokum wajib, sunnah, mubah, makruh, haram terhadap perlunya taubat atau tidak. 
Syarat pokok bimbingan konseling merupakan sesuatu yang harus ada dan dipenuhi dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Di sekolah dasar tugas-tugas dan fungsi bimbingan dan konseling dilaksanakan langsung oleh masing-masing guru kelas. Dengan demikian, para guru kelas memegang peranan ganda, sebagai pengajar dan juga sebagai pembimbing bagi murid-muridnya. Sebagai pengajar, guru menyampaikan sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai (norma-norma) kepada murid-muridnya sebagaimana diatur di dalam kurikulum sekolah.
Di samping itu, apabila dia menemui adanya murid-murid yang mengalami masalah, maka dia bertindak sebagai pembimbing/konselor dengan melaksanakan tugas dan fungsi bimbingan dan konseling bagi siswa-siswanya.
Bimbingan dan konseling sangat penting dan menentukan masa depan peserta didik, oleh karena itu ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan bimbingan. Sebagaimana dalam buku bimbingan dan konseling secara umum syarat bimbingan dan konseling dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Tersedianya guru pembimbing yang bertanggung jawab 
atas penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling.
2. Tersedianya ruangan khusus bagi penyelenggaraan bimbingan 
dan konseling.
3. Kegiatan bimbingan dan konseling menjadi bagian dalam 
kurikulum penyelenggaraan pendidikan disekolah yang bersangkutan.
4. Dan sejumlah syarat lainnya guna memenuhi fungsi-fungsi tersebut. 
Syarat-syarat pokok diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Dimana syarat-syarat tersebut tertuang dalam sikap-sikap positif yang dimiliki guru. Dalam hal ini ialah sifat yang positif dari guru dalam menangani tugas dan tanggungjawabnya sehari-hari. Sikap positif yang dimaksud antara lain sebagai berikut :
1. Adanya kesediaan guru untuk berperan ganda yaitu sebagai guru dan sebagai pembimbing.
2. Adanya kesediaan guru untuk senantiasa menciptakan suasana belajar-mengajar yang kondusif guna memungkinkan siswa dapat mengembangkan bakat, kemampuan, dan minatnya secara optimal, dengan jalan menempatkan siswa sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya.
3. Adanya kesediaan guru untuk selalu memahami siswa dengan jalan mencatat fakta-fakta yang berkaitan dengan minat, sikap, pola tingkah laku, cita-cita, nilai-nilai dan status sosial ekonomi orangtuanya.
4. Adanya kesediaan guru untuk senantiasa mengintegrasikan informasi tentang pendidikan dan jabatan ke dalam mata pelajaran yang sekolah dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang mendasar bagi pengembangan layanan-layanan bimbingan dan konseling di sekolahnya.
5. Adanya kesediaan guru kelas mencurahkan perhatian terhadap peserta didik tertentu secara individual di samping perhatian terhadap kelompok peserta didik.
6. Adanya pengaturan jarak psikologis antara guru kelas dengan peserta didik, tidak terlalu jauh atau renggang dan tidak terlalu dekat atau akrab.
7. Adanya kesediaan guru kelas untuk mengadakan kunjungan rumah (home-visit) dalam rangka layanan-layanan bimbingan dan mempererat hubungan guru dengan orangtua peserta didik bagi kepentingan bimbingan. 
Prof. Sofyan S. Willis memaparkan bahwa kualitas konselor adalah semua kriteria keunggulan, termasuk pribadi, pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dimilikinya yang akan memudahkannya dalam menjalankan proses konseling sehingga mencapai tujuan dengan berhasil (efektif). Menne (1975) menyatakan karakteristik konselor yang didapat dari hasil penelitiannya yang menunjang kualitas pribadi konselor, yaitu:
1. Memahami dan melaksanakan etika professional
2. Mempunyai rasa kesadaran diri mengenai kompetensi, nilai-nilai, dan sikap
3. Memiliki karakteristik diri yakni respect terhadap orang lain, kematangan pribadi, memiliki kemampuan intuitif, fleksibel dalam pandangan dan emosional stabil.
4. Kemampuan dan kesabaran untuk mendengarkan orang lain, dan kemampuan berkomunikasi. 
Dalam buku bimbingan dan konseling Anas Salahudin dijelaskan agar pembimbing mampu menjalankan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya harus memenuhi syarat-syarat berikut:
1. Seorang pembimbing harus mempunyai pengetahuan yang cukup luas, baik segi teori maupun segi praktik.
2. Dalam segi psikologik, seorang pembimbing dapat mengambil tindakan yang bijaksana.
3. Seorang pembimbing harus sehat fisik maupun psikisnya.
4. Seorang pembimbing harus mempunyai sikap kecintaan terhadap pekerjaannya dan juga terhadap anak atau individu yang dihadapinya.
5. Seorang pembimbing harus mempunyai inisiatif yang cukup baik, sehingga dapat memperoleh kemajuan di dalam usaha bimbingan dan konseling kea rah yang lebih sempurna.
6. Karena bidang gerak dari pembimbing tidak hanya terbatas pada sekolah saja, seorang pembimbing harus bersifat supel, ramah-tamah, sopan-santun didalam segala perbuatannya, sehingga dia akan mendapatkan kawan yang sanggup bekerja sama dan memberikan bantuan secukupnya untuk kepentingan anak-anak.
7. Seorang pembimbing diharapkan mempunyai sifat-sifat yang dapat menjalani prinsip-prinsip serta kode etik dalam bimbingan dan penyuluhan dengan sebaik-baiknya. 











B. Keterampilan Yang Dimiliki Pembimbing
Adapun keterampilan yang perlu dimiliki seorang pembimbing adalah keterampilan komunikasi, yaitu mendengarkan dan memperhatikan. Disamping itu, juga kemampuan untuk menyelenggarakan konseling, mengolah data individu, melakukan wawancara, dan menggunakan sumber-sumber yang terdapat disekolah dan masyarakat.
Memerhatikan dan mendengarkan klien merupakan kunci utama dalam memasuki proses konseling. Dikarenakan konselor sebelum memberikan prognosa (hipotetis sementara) dan bantuan, maka konselorharus dapat berperan sebagai peng-cover / playerbacksemua peristiwa peristiwa yang terjadi pada klien. Untuk itu seorang koselor perlu memerhatikan dan menguasai beberapa hal berikut :
1. Keterampilan mikro, meliputi squarely (jujur, face to face), open (terbuka), lean (jarak konselor-klien tidak boleh terlalu jauh dan terlalu dekat), eye contack(saling melihat), relaks.
2. Keterampilan nonverbal, artinya konselor harus dapat menangkap arti reaksi ekspresi wajah, mimik, gerakan mata, tubuh, tangan, untuk kemudian dapat melihatsecara jelas esensi masalah yang tengah terjadi.Perilaku non verbal amat diperlukan oleh konselor untuk memahami atau memperjelaskan  makna bahasa lisan yang diucapkan seorang klien. Disamping itu, walaupun klien tidak berbicara, seharusnya konselor dapat membaca bahasa tubuhnya, sehingga melahirkan sikap konselor yang empati, memahami dan menghargai klien.
Riset tentang komunikasi nonverbal telah dilakukan beberapa dekade dengan berbagai prosedur dan setting. Yaitu sebagai berikut :
a. Metode penggunaan fotografi.
Tujuan metode ini adalah untuk menentukan apakah emosi dapat diteliti dengan cermat. Dan kelemahan metode penggunaan fotografi adalah karena ketiadaan gerakan dan kurangnya informasi tentang urutan kegiatan perilaku dalam fotografi itu.

b. Metode film dan video.
Pada abad ke-21 ini, penggunaan film bagi praktek konseling adalah hal yang biasa. Termasuk praktek dengan klien sebenarnya diruangan konseling. Ruang konseling dilengkapi kamera TV pengintai (surveillance camera) untuk dipancarkan ke layar TV diruangan observasi dimana berkumpul beberapa calon konselor untuk mengamati emosi, stress, perilaku nonverbal, dan bahasa lisan dari klien itu. Demikian juga bahasa tubuh dan bahasa lisan konselor yang mengadakan proses konseling juga dapat diamati dilayar TV tersebut.
a. Gerakan isyaarat.
Gerakan isyarat juga telah diteliti dalam beberap setting drama, pidato, dan kegiatan belajar-mengajar. Perilaku nonverbal kegiatan belajar-mengajar di kelas telah diteliti dengan menggunakan rekaman film dan video. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki keterampilan guru dalam mengajar serta respon guru terhadap berbagai emosi siswa di kelas.
b. Setting wawancara.
Didalam settingwawancara, khususnya wawancara konseling, konselor dapat mengamati bahasa nonverbal klien misalnya klien stress, klien dengan isyarat tertentu, pengawakan tubuh waktu duduk, serta gerakan tubuh yang mengandung makna-makna tertentu.
c. Pengamatan psikiatris.
Ada beberapa perilaku menjadi sumber informasi nonverbal. Fieldman mengumpulkan suatu daftar isyarat-isyarat yang representasif tentang percakapan dan gerakan tubuh yang bermakna. Berikut ini adalah daftar isyarat-isyarat (yang representatif) beserta makna/tafsiran dari Fieldman dalam buku Mannerisms of Speech and Gestures in Everyday lifeKeterampilan bersama klien secara emosional. Ketiga keterampilan dasar, yaitu keterampilan mikro, keterampilan nonverbal, dan keterampilan bersama klien secara emosional yang dimiliki konselor untuk dapat mendengarkan dengan aktif.
Hal ini akan memudahkan  memahami reaksi klien dan pengungkapan yang tepat. Dengan mengetahui dimensi keterampilan komunikasi tersebut akan menghindari kesalahan dalam memberikan tanggapan terhadap apa yang sedang dimiliki oleh klien.
Dalam melaksanakan komunikasi sebagai dasar pembuka konseling seringkali konselor menemui hambatan dalam mendengarkan, yaitu apabila konselor tidak cukup mendengarkan, mendengarkan diselingi dengan penilaian, mendengarkan fakta bukan orang / klien, berbicara sendiri di benaknya, mendengarkan dengan simpati bukan empati.
Disamping itu, seorang konselor dalam proses konseling hendaknya memerhatikan respons empati secara tepat. Respons empati yang tepat dapat dilakukan dengan memerhatikan dan mendengarkan klien. 














BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bimbingan dan konseling sangat penting dan menentukan masa depan peserta didik, oleh karena itu ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan bimbingan. Sebagaimana dalam buku bimbingan dan konseling secara umum syarat bimbingan dan konseling dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Tersedianya guru pembimbing yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling.
2. Tersedianya ruangan khusus bagi penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
3. Kegiatan bimbingan dan konseling menjadi bagian dalam kurikulum penyelenggaraan pendidikan disekolah yang bersangkutan.
4. Dan sejumlah syarat lainnya guna memenuhi fungsi-fungsi tersebut.
Adapun keterampilan yang perlu dimiliki seorang pembimbing adalah
keterampilan komunikasi, yaitu mendengarkan dan memperhatikan. Disamping itu, juga kemampuan untuk menyelenggarakan konseling, mengolah data individu, melakukan wawancara, dan menggunakan sumber-sumber yang terdapat disekolah dan masyarakat.

5. Saran
Demikian makalah ini kami susun. Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun, kami perlukan untuk penyempurnaan makalah ini. Semoga bermanfaat bagi pembacanya.




DAFTAR PUSTAKA

Erman Prayitno, 2004, Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling, Rineka Cipta.
Mu’awiyahElfi, .Hidayah Rifa,2009, Bimbingan Konseling Islam, PT. Bumi
Aksara.
Willis.S Sofyan, 2007, Konseling Individual Teori Dan Praktek,Alfabeta.
Salahudin Anas, 2010, Bimbingan Dan Konseling:Cv, Pustaka Setia.
Salahudin Anas, 2010, Bimbingan dan Konseling, Bandung:CV. Pustaka Setia.
Sukardi Dewa Ketut.Seri Bimbingan: Organisasi Bimbingan Administrasi Bimbingan
Konseling Di Sekolah,iUsaha Nasional.
Sukardi Dewa Ketut, 1984, Bimbingan Dan Penyuluhan Belajar Di Sekolah,
Surabaya, Usaha Nasional.
Amti Erman,Prayitno, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta, Rineka Cipta.
Nurihsan, Achmad Juntika. 2006, Bimbingan dan Konseling. Bandung:Refika
Aditama.
Sunaryo Kartadinata, Dkk. 1992, Bimbingan Di Sekolah Dasar,CV. Maulana.











Makalah Pembimbing Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar SD